Menikmati Eksotisme Telaga Biru Kuningan

Menikmati Eksotisme Telaga Biru Kuningan, Ketenaran Kuningan boleh jadi tenggelam oleh destinasi wisata lain di Jawa Barat semacam Bandung ataupun kawasan Puncak, Bogor. Tetapi, nyatanya kawasan Kuningan menaruh beberapa destinasi wisata yang tidak kalah eksotik serta menawan. Kuningan mempunyai banyak objek wisata keren, mulai dari web budaya, web memiliki, spot gambar kekinian, gunung, sampai dengan air terjun yang sangat memanjakan mata serta wajib lekas dieksplorasi. Salah satu yang jadi tempat pavorit untuk turis di Kuningan adalalah Telaga Biru Cicerem yang terletak di Desa Kaduela, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Telaga Biru Cicerem ataupun yang lebih diketahui dengan Sana Cicerem ialah suatu telaga natural yang posisinya persis di dasar kaki Gunung Ceremai. Berbeda dengan sana yang lain, Sana Cicerem mempunyai air yang begitu jernih serta bercorak biru. Keunikannya tersebut menjadikan Telaga Biru Cirerem dijuluki selaku Blue Lake dari Kuningan. Julukan lain telaga ini merupakan danau sebening cermin sebab apapun yang terdapat di dalam telaga bisa nampak langsung oleh mata, paling utama ikan warna- warni yang hidup di telaga tersebut.

Airnya jernih serta banyak tumbuhan rindang membuat zona ini sesuai buat menjauh dari kejenuhan. Bagi cerita, Telaga Biru Kuningan berkaitan erat dengan sejarah asal muasal terjadinya Desa Kaduela. Diceritakan, dulu kala terdapat seseorang pemuka agama dari kesepuhan Cirebon yang menyebarkan agama islam di desa tersebut. Dalam melakukan tugasnya, kerap melaksanakan pertemuan dengan para masyarakat di danau.

Dikala itu, Sana Cicerem masih berbentuk mata air kecil. Namun, sebagian waktu setelah itu, sesepuh desa memutuskan buat memperluasnya selaku sumber mata air. Terlepas dari cerita rakyat itu, keelokan serta kejernihan telaga ini membuat banyak turis penasaran serta mau berkunjung secara langsung ke tempat tersebut. Di tempat ini, turis serta traveler dapat menikmati dengan membagikan makan untuk ikan- ikan yang terdapat di telaga. Ribuan ikan langsung mendekat serta menyantap langsung santapan yang diberikan wisatawan. Tetapi jangan lupa sembari difoto bersama ikan- ikan yang lumayan besar dengan latar belakang telaga biru.

Di tempat ini pula, pengelola membuat ayunan yang disediakan untuk turis yang berkunjung serta ditemani ikan- ikan hias yang lumayan besar. Setelah itu terdapat spot- spot gambar untuk turis yang mau berbagi di media social semacam instagram. Wisatawan pula dapat melaksanakan kegiatan semacam bermain air maupun pula berenang di pinggir Telaga. Ataupun memakai pelampung dibuat dari karet buat bermain di tengah Telaga.

Sekalipun Telaga Biru Cicerem terletak di daerah administratif Kabupaten Kuningan, keberadaan telaga ini lebih dekat dengan kota Cirebon. Guna mengarah posisi destinasi wisata ini apabila turis tiba dari pusat kota, dapat memusatkan ekspedisi mengarah Polsek Pasawahan. Dari Polsek Pasawahan terdapat suatu jalur yang memandu sampai mengarah telaga indah Cicerem.

Tidak hanya menikmati obyek wisata yang indah dengan udaranya yang fresh, di kawasan ini pula ada beberapa oleh- oleh khas Kuningan. Salah satu oleh- oleh khas Kuningan yang populer merupakan tape ketan dalam ember. Tape ketan dibungkus kecil- kecil dengan daun, rasanya fresh, serta nikmat. Santapan khas Kuningan ini ditempatkan dalam ember serta warna tape agak kehijauan sebab mengenakan daun katok yang ialah perona natural.

Konsumsi ember kecil gelap buat tempat tape bukan tanpa tujuan. Dikala mengkonsumsi tape ketan dengan bungkus daun airnya gampang sekali tercecer. Tetapi, dengan ember kecil itu air cucurannya senantiasa tertampung serta dapat disantap. Airnya yang fresh ialah hasil dari fermentasi ragi yang digunakan. Terdapat pula santapan khas Opak Bakar. Opak ini terbuat dari bahan bawah beras ketan serta kelapa yang diproses dengan metode dipanggang. Renyah sekali dikala digigit karena opak ini diiris kecil serta tipis, sesuai selaku kemilan sehat.

Terdapat satu desa produsen opak di Kuningan. Desa tersebut bernama Mandirancan yang aktif memproduksi opak buat didistribusikan ke pusat oleh- oleh khas Kuningan. Kudapan ini dapat dijadikan sahabat dikala menyeruput kopi di pagi hari. Tidak hanya opak serta tape, oleh- oleh khas yang lain merupakan Jeniper. Nama Jeniper ialah kependekan dari jeruk nipis peras. Mirip semacam sirup, minuman ini berasal dari jeruk nipis yang diperas kemudian ditambahkan sedikit gula. Dikemas dalam botol kecil, lagi ataupun besar, yang dapat disantap langsung ataupun ditambahkan sedikit air. Masih berbentuk santapan.

Di Kuningan ada keripik Gemblong. Beda dengan kripik pada biasanya, keripik Gemblong begitu unik sebab terdapatnya oncom di bagian tengah yang membagikan cita rasa lain pada kudapan ini. Tidak hanya santapan, oleh- oleh khas yang lain merupakan batik Kuningan. Motif batik Kuningan nampak terang, tetapi tidak didominasi banyak warna. Tema batik lumayan bermacam- macam, ialah kuda kuningan yang ialah fauna khas Kuningan, ikan Dewa, Kujang yang ialah senjata khas dari wilayah ini sampai monument bokor.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.